Internet Marketing vs. Conventional Marketing

Internet Marketing dan Conventional Marketing

Pemasaran merupakan kegiatan yang patut dilakukan oleh para pelaku bisnis. Pemasaran lebih dari sekedar kegiatan promosi, melainkan upaya yang dilakukan oleh para pelaku bisnis untuk dapat memuaskan konsumen sehingga menjadi pelanggan yang loyal. Pelanggan yang loyal adalah pelanggan yang melakukan pembelian produk berulang sekaligus merekomendasikan produk yang dibelinya kepada orang terdekatnya secara langsung ataupun melalui media. Secara garis besar, pemasaran dapat dibedakan atas 2 jenis yakni internet marketing dengan conventional marketing.

Internet marketing merupakan pemasaran yang dilakukan pebisnis dengan memanfaatkan internet. Jenis-jenisnya meliputi sosial media marketing, email marketing, SEO, dan SEM. Conventional marketing merupakan pemasaran dengan memanfaatkan benda berwujud atau secara offline misalnya koran, brosur, billboard, majalah, door to door, dsb. Di antara keduanya, mana yang lebih patut dipilih oleh para pelaku bisnis? Dalam hal ini, mari kita lihat beberapa perbedaannya melalui beberapa hal sebagai berikut:

Jangkauan

Grafik pengguna internet dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Hal ini tidak terlepas dari kemunculan ponsel pintar dengan beragam harga dari yang terjangkau hingga yang selangit yang bisa mengakses internet. Bukan hanya Indonesia, melainkan negara-negara seperti China, Amerika, & Filipina pun mengalami perkembangan untuk jumlah pengguna internetnya. Di samping itu, akses internet pun tidak terlalu mahal bahkan bisa gratis dengan memanfaatkan Wi-Fi.

Bertolak dari kondisi ini, jangkauan pasar bisnis tentu saja lebih luas & banyak karena pengguna internet cukup pesat tiap tahunnya serta penggunanya dari berbagai belahan dunia. Bagaimana dengan conventional marketing? Jangkauannya bisa dibilang terbatas hanya orang yang menerima selebaran brosur, rutin membaca koran/majalah, memperhatikan billboard, atau yang mendapatkan kunjungan langsung ke rumah.

Biaya

Bagaimana kalau dibandingkan dari sisi biaya? Internet marketing bahkan bisa dilakukan secara gratis. Misalnya, pelaku bisnis ingin melakukan pemasaran dengan memanfaatkan sosial media. Telah kita ketahui bahwa pembuatan akun sosial media tidak dipungut biaya sepeser pun. Email marketing pun demikian jika strateginya akan menempatkan form pendaftaran di sebuah website, website juga bisa dibuat dengan gratis di CMS tertentu.

Untuk membuat artikel marketing, juga bisa membuat blog secara gratis. Artinya, pengeluaran bisnis untuk pemasaran bisa ditekan dengan internet marketing. Kalau conventional marketing, jelas bakal memerlukan biaya yang tak sedikit misalnya untuk pembayaran iklan di koran, membayar tenaga marketing untuk lakukan penyebaran brosur atau door to door, sewa billboard, & lain sebagainya. Besar kecilnya tarif conventional marketing tergantung dari tata letak iklan, lama penayangan, & jumlah marketer.

Waktu

Target pasar bakal leluasa menerima pemasaran yang dilakukan jika menggunakan internet marketing. Sejatinya, internet bisa diakses kapan pun tanpa terbatas oleh waktu, terpenting adanya akses ke internet. Apabila target pasar merasa butuh, mereka akan melakukan transaksi. Jika tidak melakukan transaksi pun, pelaku bisnis tidak rugi dari sisi biaya pemasaran karena tidak ada biaya yang dikeluarkan. Bagaimana dengan conventional marketing? Terkadang waktu penerimaan pemasaran oleh target pasar tidak tepat sehingga dana untuk pemasaran terbuang percuma.

Sebagai contoh, brosur menjadi jenis conventional marketing yang dipilih. Sayangnya, target pasar sedang tidak membutuhkan produk yang ada di brosur tersebut sehingga brosur dibuang saja. Ilustrasi kedua untuk pemasaran dengan door to door. Mengunjungi target pasar yang sedang mengalami masalah keuangan, jangankan untuk sukses closing boleh jadi tindakan atau kata-kata kasar yang diberikan target pasar karena masalah tersebut.