Perbedaan Mencolok SEM dan SEO

SEM dan SEO

Setiap pelaku bisnis saat ini sepatutnya melakukan digital marketing. Selain bisa hemat biaya promosi, digital marketing yang dilakukan menawarkan hasil yang lebih efektif dibanding conventional marketing. Berikut alasannya: jutaan orang mengakses internet setiap harinya, internet bisa diakses oleh semua orang di seluruh dunia, internet bisa dibuka kapanpun tanpa terhalang oleh waktu, dan lain sebagainya. Artinya, digital marketing lebih dari sekedar memperluas konsumen melainkan mempertahankan pelanggan. Bicara soal digital marketing, umumnya ada 2 strategi yang bisa digunakan yakni SEM atau Search Engine Marketing dan SEO atau Search Engine Optimization. Apa beda dari kedua strategi marketing ini? Sebagai berikut:

Teknik yang digunakan 

Kalau dilihat dari teknik yang digunakan, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Untuk SEM, teknik yang digunakan biasanya PPC (Pay Per Click). Untuk pertama kalinya, harus mempertimbangkan agen periklanan. Kemudian baru membeli beberapa kata kunci yang dianggap potensial sehingga bisa mensukseskan SEM. Selain daripada itu, landing page juga penting untuk dipersiapkan dengan maksimal sehingga SEM lebih maksimal.  Landing page adalah halaman yang pertama kali dikunjungi oleh pengunjung ketika mengklik website. Landing page yang baik memiliki kriteria sebagai berikut: loading harus cepat, mobile friendly, tonjolkan penawaran menarik (diskon, promo harga, dsb) dengan heading, buat pengunjung meningkatkan kepercayaan dengan menampilan testimoni riil, daftar klien, dsb, atau lainnya.

Bagaimana dengan teknik SEO? Teknik SEO sendiri dapat dibedakan atas 2 jenis yakni SEO On-Page dan SEO Off-Page. SEO On-Page adalah SEO dengan memaksimalkan aspek penting di dalam website, sedangkan SEO Off-Page memaksimalkan aspek dari luar website. Teknik SEO On-Page sebagai berikut: menyematkan interlink, memastikan relevansi judul dan konten blog, menggunakan heading, bold, italic, atau underline, dsb. SEO Off-Page memaksimalkan backlink, memanfaatkan sosial bookmarking, memaksimalkan sosial media, dsb.

Biaya yang dikeluarkan 

Untuk biaya yang harus dikeluarkan, biaya untuk SEM yang biasanya menggunakan sistem PPC (Pay Per Click) sesuai dengan jumlah yang klik website. Semakin banyak pengunjung yang meng-klik website, maka biaya yang harus dikeluarkan bakal semakin besar karena dianggap berpotensi untuk mendapatkan konsumen atau bahkan pelanggan. Sebagai catatan, pengunjung dengan IP address yang sama biasanya diabaikan. Dalam hal ini, masing-masing agen periklanan menerapkan tarif yang berbeda-beda tergantung dari paket yang dipilih, kata kunci, atau posisi yang diinginkan. Biaya per klik akan dipotong oleh agen periklanan dari deposit yang diberikan oleh pelaku bisnis. Apabila deposit telah di bawah standar, maka PPC bakal dihentikan & bakal aktif kembali pasca adanya penyetoran deposit baru.

Bagaimana dengan biaya SEO? Pelaku bisnis yang mengerjakan sendiri teknik SEO bisa dibilang tidak akan ada biaya yang dikeluarkan karena semuanya gratis. Terkecuali pelaku bisnis yang tidak tahu tentang teknik SEO sehingga merasa patut untuk menggunakan jasa digital agency. Biaya yang harus dikeluarkan tentunya tergantung dari fasilitas atau layanan yang diinginkan dari digital agency yang telah dipilih.

Selain kedua perbedaan di atas, hasil dari strategi di atas terhadap sebuah website juga sangat berbeda signifikan. Kalau menggunakan SEM, website bisa langsung naik ke posisi teratas terlebih kata kunci yang dipilih memang banyak dicari. Akan tetapi, bisa hilang kalau deposit tidak lagi aktif. Hasil untuk strategi SEO bisa dibilang relatif lambat atau bertahap. Akan tetapi, kalau sudah di atas biasanya lambat pula untuk turun terlebih jika adanya kolaborasi apik antara SEO On-Page dan SEO Off-Page.